Rabu, 06 Mei 2009
Aku jadi panik
“Aku terlalu panik....Aku kehilangan jejak jantung hati dan buah hatiku...” Arman masih saja duduk bersandar di salah satu pilar di lantai bawah mall terbesar di Bandung itu. Matanya liar menyusuri setiap lorong mall, dari lantai bawah sampai lantai atas, dari ujung kanan sampai ujung kiri. Sesaat matanya terpaku pada serombongan gadis berseragam SMA yang baru masuk sambil bercanda ria. Ingatannya kembali ke masa beberapa tahun yang lalu ketika dia begitu terpana melihat kecantikan seorang gadis kelas 2 SMA yang setiap hari berjalan melewati kantin kampusnya, sebuah perguruan tinggi swasta di bilangan Bandung selatan tempat dia belajar. Sebagai anak kampung Arman hanya bisa mengagumi kecantikan gadis itu dari jauh, maklum di salah satu desa di Sukabumi tempat dia dilahirkan sampai dengan lulus tidak pernah ditemui gadis yang menarik perhatiannya. Seminggu terakhir dia selalu mengintip dari balik jendela kantin, dengan bermodalkan segelas es teh manis dia bakalan betah berjam-jam menunggu gadis yang dikaguminya. “Hayooo!!!ngintip lagi ya?”. Arman kaget bukan main, ternyata dibelakang dia muncul gadis yang dia kagumi selama ini. “Kenalkan saya Arleta!”, katanya sambil menyodorkan tangannya . Ragu-ragu Amran menyambut uluran tangan Arleta , “Saya Arman”. Sejak saat itu mereka sering ngobrol tentang banyak hal. Arman lebih banyak mendengarkan karena dia merasa bagai pungguk merindukan bulan seandainya harus berharap banyak dari Arleta walaupun dalam hati ada rasa suka. Sampai suatu saat senior di kampus, Intan, mendekati dia,“Man, Leta jatuh hati tuh sama kamu!”. Arman kaget, tapi jawaban Intan menjelaskan semuanya,“ Aku kakak satu-satunya Arleta, dia adikku satu-satunya, aku tau kamu dari dulu, dibalik penampilanmu yang mirip preman , ada pribadi yang layak dicintai dan aku rela kamu jadian sama Leta”. Memang secara penampilan Arman berambut gondrong, selalu pake kaos oblong, celana jeans yang dipakai juga bolong-bolong. Seringkali dia terlihat menghisap sebatang rokok sambil nongkrong. Tapi itulah cara dia menyesuaikan dengan kawan-kawan di kostnya yang umumnya anak punk. Jatidiri sebagai anak desa rupanya masih membuat Arman minder sehingga setelah jadian dengan Arleta dia lebih memilih backstreet. Sebaliknya, bagi Arleta, Arman sudah jadi cinta matinya. Tak seharipun lewat tanpa berdua dengan kekasihnya itu. Dia rela kehujanan di atas sepeda motor Honda Grand butut milik Arman, dia ikhlas makan jagung bakar di pinggir jalan yang penting berduaan. Sementara Intan, sang kakak, yang sejak semula memang mendukung hubungan mereka hanya tersenyum memperhatikan dari jauh. Dia ikut bahagia melihat adiknya bahagia. Hal ini membuat Arman ada keberanian untuk berterus terang kepada orang tua Arleta. Rumah mewah bagai istana cukup membuat kecut nyali Arman. Langkah kaki Arman untuk cabut dari halaman rumah itu tertahan oleh tarikan tangan Arleta yang memaksa dia untuk masuk ke ruangan yang penuh dengan pernak-pernik kristal berbagai ukuran, sebuah patung macan dengan taring yang cukup menyeramkan duduk dengan anggunnya di tengah ruang tamu, dari foto keluarga terlihat bahwa ayah Arleta seorang perwira tinggi angkatan darat. “ Maa, Paa, sini aku kenalin sama pacarku.....” Arleta masuk ke dalam sambil teriak-teriak. Arman menunggu... Tiba-tiba keluar seorang wanita dengan penampilan cukup elegan,tapi langkahnya terhenti setelah melihat Arman. Dia perhatikan Arman sejenak, lalu bergegas dia kembali masuk. Tidak berapa lama, seorang bapak keluar dan mendekat, dengan cepat Arman berdiri mengulurkan tangan, tapi tidak bersambut. Arman salah tingkah melihat si bapak hanya diam, melihatnya dari ujung kepala sampai ujung kaki seolah-olah ingin menelanjangi sampai kedalam hatinya.“ Berani sekali kamu mendekati anak saya!...sekali-kali tidak akan saya ijinkan anak saya berhubungan dengan potongan berandalan seperti kamu. Sekarang juga kamu pergi.............................................................
Minggu, 16 November 2008
nyuwun sewu.................
allow....ak kholfiyah ak tinggal di dusun sendang-dawung
hoby ak baca buku.
salam kenal dari ku..........
hoby ak baca buku.
salam kenal dari ku..........
Langganan:
Komentar (Atom)
